Azka Trimbell – Jika selama ini banyak legenda yang menceritan tentang kisah malin kundang yang dikutuk ibunya menjadi batu akibat Malin tumbuh menjadi anak durhaka. Berbeda dengan kisah bocah 4 tahun ini , bocah yang tidak diketahui namanya ini benar – benar berubah menjadi batu setelah terjadi fenomena alam dimana bumi berguncang dan hawa di bumi ini menjadi begitu panas. Kisah bocah 4 tahun berubah menjadi batu ini di pangkuan ibu kandungnya sendiri.
Bencana alam yang menerpa dirinya dan keluarganya itu sudah terjadi ribuan tahun lalu. Bahkan jasadnya baru ditemukan di antara puing-puing Kota Pompeii setelah 2.000 tahun kemudian.
Awal mula kisah bocah 4 tahun ini bisa berubah menjadi batu ketika pada tahun 79 Masehi, ‘Vesuvius’ bangun dari tidurnya. Dan pada saat itu terjadilah sebuah bencana erupsi yang mengakibatkan semua manusia di kota Pompeii iu terkubur awan panas dan abu. Tercatat ada sekitar 10.000 hingga 25.000 orang yang mati seketika.

Namun , abu akibat erupsi itu membuat jasad mereka abadi . Bahkan setelah 2.000 tahun kemudian , jasad – jasad mereka masih utuh walaupun dalam bentuk batu.
Jasad para korban erupsi ini pun banyak ditemukan di gudang atau dermaga di pelabuhan. Dan salah satu jasad yang menarik dan menjadi perhatian publik yakni jasad bocah berusia 4 tahun inilah yang berubah menjadi batu dalam pangkuan ibunya. Jasad itu ditemukan di lokasi ‘House of the Golden Bracelet’ yakni rumah paling mewah di area Insula Occendentalis, Pompeii.

Lokasi tersebut pada dasarnya adalah lokasi yang elit dimana hanya orang – orang kaya lah yang bisa bermukim di lokasi tersebut. Dan diprediksikan jika bcah 4 tahun beserta keluarganya itu berasal dari orang yang dermawan dan kaya raya karena di tubuhnya menempel gelang emas dengan ukiran 2 kepala ular, dengan berat mencapai 0,6 kilogram. Tak hanya itu saja, di dekat jasad bocah 4 tahun ini juga ditemukan sejumlah perhiasan dan lebih dari 200 koin emas dan perak.
Namun karena awan panas telah menerjang mereka, sehingga rumah mewah , perhiasaan berlimpah dan harta yang bergelimang tidak membuat mereka bisa hidup lama menikmati kekayaan tersebut.